Sabtu, 02 Juni 2012

Rio Haryanto dapat tantangan berat di Monaco

Selasa, 22 Mei 2012 19:45 WIB | 2251 Views
Pebalap Indonesia Pertamina GP2 Rio Haryanto. (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)
"Saya berkesempatan pengenalan dan penghafalan Sirkuit Monaco menggunakan simulator"
Berita Terkait
Semarang (ANTARA News) - Pebalap nasional asal Solo, Jawa Tengah, Rio Haryanto mendapat tantangan berat saat tampil pada seri kelima lomba balap mobil GP2 Series di Sirkuit Monte Carlo, Monaco, 24--26 Mei 2012.

Juru bicara Rio Haryanto, Andy Mailangkay, dalam surat elektroniknya yang diterima ANTARA, Selasa, menyebutkan sirkuit yang memiliki panjang 3,340 kilometer itu sangat sempit dan tidak memiliki "run-off area". Jika melakukan kesalahan, pebalap dapat menabrak tembok pembatas.

Sirkuit di Monaco itu, menurut Rio Haryanto, adalah sirkuit sangat sulit untuk ditaklukkan. Oleh karena itu, memerlukan konsentrasi dan fokus dari satu tikungan ke tikungan berikutnya.

"Sedikit saja kesalahan, dapat memberikan masalah yang fatal bagi pebalap," kata pebalap berusia 19 tahun itu.

Akan tetapi, dia telah melakukan berbagai persiapan untuk terjun di seri kelima GP2 Series di Monaco mendatang meskipun sempat mendapatkan hasil yang kurang memuaskan saat tampil di seri keempat di Barcelon, Spanyol, beberapa waktu lalu.

Menurut Rio, selama sepekan terakhir ini dirinya telah melakukan latihan fisik secara maksimal. Bahkan, pada hari Kamis (17/5), dirinya berada di Markas tim Marussia Carlin untuk mengulas dan mengevaluasi penampilannya pada seri-seri sebelumnya.

"Saya juga berkesempatan melakukan latihan pengenalan dan penghafalan Sirkuit Monaco menggunakan simulator," kata Rio Haryanto.

Pada seri kelima di Monaco, Jumat (25/5), memainkan "feature race" yang menempuh 42 putaran, sedangkan pada hari Sabtu (26/5) memainkan "sprin race" akan menempuh 30 putaran.

Sampai berakhirnya seri keempat di Barcelona, Spanyol, beberapa waktu lalu, Rio Haryanto berada pada peringkat ke-12 dengan nilai 16, sedangkan rekan satu timnya Max Chilton berada di peringkat keenam dengan nilai 57.

Peringkat pertama, pebalap Italia Davide Valsecchi dari tim DAMS dengan nilai 129; kedua, pebalap Brasil L. Razia dari tim Arden International dengan nilai 104; ketiga, James Calado dari tim Lotus GP dengan nilai 69.

Pada seri keempat di Barcelona, Rio Haryanto gagal menambah nilai sehingga hanya di peringkat ke-16 pada "feature race" dan peringkat ke-15 pada "sprint race".

Manajer Teknis Rio Haryanto, Piers Hunnisett, mengatakan bahwa Monaco adalah seri balapan yang unik buat Formula 1 dan GP2 karena lintasannya sempit.

"Seorang pebalap F1 pernah berkata bahwa membalap di sirkuit ini seperti mengendarai mobil di dalam supermarket karena jarak putaran yang pendek," kata Piers Hunnisett.

Babak kualifikasi yang dimainkan Kamis (24/5), akan dibagi dalam dua grup, yaitu A dan B. Masing-masing grup hanya akan diberikan waktu 15 menit pada sesi kualifikasi sehingga tekanan bagi para pebalap semakin meningkat.

"Dalam penempatan urutan start `feature race`, para pebalap di Grup A akan mengisi lintasan sebelah kiri, sedangkan Grup B di sebelah kanan. Apabila pebalap di Grup B mampu mencetak waktu tercepat ketiga akan menempati start pada urutan keenam," katanya.

Ia menambahkan, seri kelima di Monaco ini merupakan pertama kali bagi Rio, maka tim hanya menargetkan pebalap ini bisa menyelesaikan lomba secara utuh.

"Tabrakan akan banyak terjadi di sini sehingga sangatlah penting bagi Rio untuk bisa menyelesaikan lomba," kata Piers.

(H015/D007)
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar